Kamis, 19 Februari 2009

Otomotif

























































































































Rabu, 18 Februari 2009

Puisi

Ijinkan Aku Menangis

kini kau pergi jauh;
hingga tanganku tak mampu memelukmu
hingga kakiku tak mampu mengejarmu
hingga mataku tak mampu menatapmu
hingga teriak panggilku tak mampu kau dengar

ijinkan aku menangis ya
biarlah airmata ini jadi samudra
mengantarku berenang mencarimu


tapi surga itu ada dilangit?"


By : fm85mungil








INTAN KECIL


Mutiara ….
Warna mendekap makna
Kilau sayang disekeliling tanpa hilang
Bening ceria itu, dikelopak berlian

Berlian….
Terbiasa dari mutiara
Akan segala titik hempas kehidupan
Mutiara kecilpun berpendar disemua sisi
Mutiara Berlian dan Intan kecil
Naungan pencipta-Nya

Terlewat dari tempat yang mulia
Berpencar serpihan Mutiara
Tiada terbentuk dimentari bulan

Goresan diberlian muda
Tak berpancar dimentarai bulan
Retak-retak ditepian hati
Sesaat bergumun mengikuti
Dan terlihat Intan kecil
Yang bersinar dengan pancaran Intannya
Mengikat Berlian ada

Intan kecil…Tetap surganyan Berlian




By : fm85mungil





MUSTIKA TERTUTUP DAHAN

Setengah baya
Bertautan kerikil berharga
Lantang jari telunjuk
Dari yang hitam sampai memerah
Kelingkingpun memutar menunduk

Mustika berbau surga dunia
Melangkah dengan senyum tawanya
Berbijak tanpa tangis
Karma dari parfum jejingga emas
Mengikutimu…


Bisik ditelinga
Dari pelan kejauhan berharap kata
Menyingkirkan dahan yang menutup
Semua mudah dipelangi
Kan terasa Mustika tertutup dahan
Basah tak terarah


Semampui karna kecil
Membuka dahan yang sudah tertepa angina
Lelah…
Biarlah karma Mustika berolah fakir
Terbesar dari yang besar
Kan kembali sedia kala




By : fm85mungil





MATA YANG BELUM TERPEJAM

00.0 terlewat dipintu depan
Memecahkan sunyinya malam
Tengah-tengah yang berbidik melody-melody lagu
Tertengang suara itu yang terdahulu
Menyentuhkan cuaca rindu

Biarlah 4 hp (alat) laen waktu
Daripada tiada yang ada

Mata yang belum terpejamkan
Berlalu debaran air mengalir
Dari hati yang belum terpejam
Detikpun berbeda dengan kerlip mata
Mata yang belum terpejamkan

Ingatlah janji palsu yang telah purba
Pasti terpejam tertikam
Sosok nadi durjana karna sumpah pemerah
Pasti terlelap lenyap
Dan mata terpejam

Senyummu indah tapi terlalu malam
Kusamkan sebuah pena tangan
Tak berkeping sebab usangnya musang

Mata yang belum terpejamkan
Lewatkan saja
Kan tiada sia mengingatmu


By : fm85mungil










SELIMUT

Kelam terbungkus kekasr
Urat nadi pampangan wajahnya
Langkah menantang mentar
Tiap kata jauh dari ufuk timur

Pernah menaung
Senyum terlewat sengkuni
Teka teki silang menyilang nurani
Tiada terasa apa yang terasa

Selimut ?
Siapa ?
Hangat sementara titiknya salju
Jangan terkesan halusnya
Apalagi tubuhmu hanya sesaat

Selimut ….
Suhu tlah berayun diubun-ubun
Dari segala cipta silat wajahmu
Semua cipta meruggi dari dekapmu

Selimut ?
Siapa dia ?
Benalu sebagai teman makananmu
Mengelantung kelelawar pagi
Berayun langkah kera dihatimu

Awas selimut ….
Tuangkan pelangi dan janji
Senyum berduri
Tawa jurang yang curam
Nada asal menyesatkan tak bernadi

Selimut jauhlah …
Karma kau terlalu keriput
Tanganmu mulai rusuh
Dengan es campur dan lumpur

Selimut….
Musuh dalam selimut
Julukan untuk kamu yang bukan imut



By : fm85mungil






AKUPUN TERSENYUM

Tilam jerami yang menguning
Berdandan lipstik teratai
Menyangah yang gagah didadamu
Berarak air tingginya mustika

Akupun tersenyum saja ….
Di atas empat kata itu

Lukisan tlah berlalu
Di antara pahatan yang terkesima hati
Nuansa kelam malam satu
Ukir yang basi menjadi terbaru

Akupun tersenyum…
Menjadi arang-arang masam jahitan terlontar
Terakhir arang menjadi debu kelabu
Bertebaran menyelinap mata kura-kura

Biarlah aku tetap tersenyum
Dari makam yang tiada berbaur untukmu ….


By : fm85mungil








IRI TANDA TAK MAMPU

Asap terasa perih dimata
Mengerumun dipernafasan
Yang terhitam yang ada hitam
Meresap air kelesung pipit

Kata tiada selaras
Makna sebagai batu padas
Bak sipahit lidah
Melontar warna merah
Hanya kerelung hati

Iri tanda tak mampu
Dari fisik sampai isi hati
Biarkan tak mampu
Terdiam burung-burung petang

Iri tanda tak mampu
Langkah berlalu menjadi malu
Kesan kaku buatmu
Siapa orang iri itu ?
Iri tanda tak mampu
Yang hanya menekan pisau di tempat hidup



By : fm85mungil






HMM... ADA

Menang ada…,
Kemenangan
Apa itu ?

Hm…,
Dan ketawa
Untukku saja
Untuk siapa ?
Bukan urusanmu…

Bertanya adakah itu ?
Hmm…
Jelas ada

By : fm85mungil





SEPENGAL DIA SAGITANYA

Perpaduan warna untuk hidup
Plus asteris dan minus
Langkah awal segala cita
Yang tiada hari detailnya

Sagitanya yang berdua
Dari agenda-agenda terencana
Kusam…

Terakhir,
Sagitanya mendung dan membanjiri
Bukan musim yang ditunggu
Akupun tak menunggu

Sepengal dia …
Menusuk-nusuk kata sagitanya
Jangan sebut itu lagi
Karna tak dihatiku …

Sepengal dia sagitanya…
Titanic yang usai sudah

By : fm85mungil






785

Sayangmu masih utuh
Dari angka yang pernah tersimpul
Yang tak pernah tersambar petir
Tertinggi bukan semu usai hujan pelangi

Hanya senyum utuhnya angka
Tujuh delapan dan lima
Dunia maya yang fana berkelana
Masih…
Selayaknya berkibar

Lihat…
Tertata rapi semboyan cita cinta
Merangkai yang sudah terbubuhi sedapnya dunia
Ucapku disana….

Pernahkah peduli…?
Angka yang satu
Yang dibanggakan insan

Lihatlah angka itu
Siapa yang menciptakan ?
Kata itu dihatimu
Dan disana…


By : fm85mungil




PENGECUT


Sosok wanita aura terpancar dipelupuk mata
Menatap rambut-rambut cepak
Raut wajah bergelimang harga kasih sayang
Memapang sambut jemari menempel
Iringan lalngkah kanan kiri berdendang


Musang yang lewat menjadi kuat
Urut teriak menginjak kata
Senyum cinta tak ada ditulang musang
Risau ke mana lari menutup pena
Nista menambal sulang kain terobek
Menjaga yang lepas dari terlahir
Irisan duri-duri telah mengangga


Bulu perindu yang lama berubah asam
Tak tampak suaramu berlalu
Asam menjadi pengecut
Di atas pengecut
Musangku jadi ikut

Menoleh penakut perilaku dulu
Menopang sungai pecinta
Menari pengecut tak bijak
Sebagai pengecut handal
Munafik termahal
Itu kamu...


By : fm85mungil





SOK SUCI


Aku pernah temukan dia dipecahan kaca
Yang tertinggal dinisan tua dekat samudra
Kumandangnya tanpa pemicu suara
Mengema seolah ada


Hakim bukan pakaian dia
Tapi memiliki
Musuh dan penjahat tiada hatinya
Tapi selalu punya
Penasehat muda bukan tampangnya
Tapi lagak dia
Sok suci pemilik perusahaan
Nol....
Itu besar dan benar
Bukan manusia jika tiada lihat
Berfikir yang sok suci kembali kanak
Besar dan kecil...
Berlalu lanjutkanlah
Omongmu sudah saja
Tak terarah buah parah
Matilah si kuman sampah
Biar kata terbakar ikutmu
Terbakar....

Pantun

Orang kaya banyak berharta
Ke Sumatra setiap tahun
Bismillah saya membuka kata
Berseni sastra membuat pantun


Daun ilalang pucuknya mati
Buah pisang berwarna hitam
Pantun dikarang penghibur hati
Turut kembangkan budaya Etam


Daun ilalang taruh di topi
Daun Kurma ditambah lagi
Pantun kukarang di malam sepi
Kala purnama telah meninggi


Ambil paku di Kota Raja
Di Kota Raja mendapat intan
Wahai saudaraku di mana saja
Pantun kukarang untuk kalian


Jalan-jalan sekitar taman
Jangan patahkan mawar berduri
Wahai kawan sesama seniman
Mari lestarikan budaya Etam


Anak badak mencari makan
Anak ketam di dalam tanah
Kalau tidak dilestarikan
Budaya Etam pastilah punah


Minum susu memakai rantang
Tumpah di bantal di atas tilam
Anak cucu di masa datang
Tidak kenal budaya Etam


kalau tilam sudahlah basah
Jemur sekarang di atas atap
Budaya etam sangatlah indah
Sungguh sayang, janganlah lenyap


terbang rendah burung peragam
Dari huma terbang ke hutan
Budaya daerah beraneka ragam
Mari bersama kita lestarikan


main gasing janganlah rebah
Memakai tali pelepah pisang
Budaya asing sudah merambah
Budaya asli janganlah hilang


Mari menyanyi sambil menari
Suara dua tinggi dan rendah
Budaya negeri tetap lestari
Negeri kita semakin indah


Air terjun bertangga dua
Tempat gadis mencuci kain
Syair, pantun, serta mamanda
Juga masih banyak yang lain


Buah kelat waktu dirasa
Meludah lagi kalau tak nyaman
Wahai pejabat serta pengusaha
Bantulah kami para seniman


Pohon kurma sebesar paha
Pohon Kemiri tidak berduri
Mari bersama kita berusaha
Membangun seni negeri sendiri


Anak cecak mencari makan
Bersembunyi di bawah papan
Orang bijak pasti pikirkan
Hari ini dan masa depan


Ada ikan namanya tenggiri
Ikan dibawa ke Muara Kaman
Melestarikan budaya negeri
Bukanlah hanya tugas seniman

Curhat

Manusia yang satu pernah ada terselubung disanubari, kadang terlewat bagai angin lalu karena dia pun begitu. Acuh dan mengemaskan tak kala terlontar senyum. Sisi hatinya sudah beku tak tembus dengan martil apalagi timah panas. Pernah ada yang mati hidup kembali itupun biasa disaat terlihat dan membisu tanpa kata. Biarlah dia terhempas oleh waktu karna kata indahpun sudah lenyap dengan iringan puting beliung dan salju. Sudah warna ini sudah suram dan hampir lenyap bagai malam di makam si muda.
Tubuh itu sudah ada disini, kembali disiang dan malam itu.
Hela nafas sudah ternaung sesunyi burung petang.
Kau itu siapa ?
Aku hanya memilihmu yang bukan bisa terpilih dengan baik.
Senyummu tandus menyerpa dedaun yang hijau.
Aku akan menegurmu tanpa kata namun engkau siapa ?
Lihat ...
Jangan rubah foto yang telah ada karena aku hanya senyum di mentari ini.
Coba kau pun ada disini walau tubuhmu tidak disini.
Aku yakin itu karena aku yang tahu.
Hemm...
Cerita yang sungguh dramatis diremaja yang tak terdiskripsikan oleh memoryku.
Ku harap jangan tersenyum dan tertawa hingga malang yang terjadi dikotamu nanti. Mahkota itu sudah tersembunyi di saat bulan yang bermainkan tanggal sungguh kau naungi.
Hari ini sudah ada simpul gerak yang dikaum hatiku karena itu yang kumiliki. Sebut yang terdahulu dewanya amor yang sudah kau lontarkan dijemariku. Itu semua tahu kau yang terlaksana dengan tipu dayamu. Sepuas ragamu yang terdahulupun biar terlihat detingnya kegagalanmu sampai bisu dan tulang remuk. Teruskan saja asal terpuaskan. Pasti terlewat apa yang sudah kau ciptakan berkali-kali kau suguhkan untukku.
Busset...
Itupun bagus, ibu jari yang sudah teracung terangkat lebar-lebar dengan kedua tangan yang menyentuhmu. Aku ini hanya untuk aku yang bisa tahu tentang isi hatiku. Renungkanlah kau yang terkhianati bahwa cinta begitu indah karena sudah merasuk ke dalam yang tercinta hingga apa yang sudah ada terlewat begitu saja bagai lipstik terhempas dibibir cantikmu dan terhapus dikala bui-bui perut menerkammu.
Hanya sebuah cinta yang hakiki tertanam sampai mati buatmu yang sudah menciptaku..
Tersenyum....


By : fm85mungil.blogspot.com






Merah itu bangga...
Dari hati yang sudah busuk dari awal yang menyekap
Janji itu kuning bukan kemuning yang mewangi. Aku bisa merasakan tubuh yang lulai karena panas dan air getirnya malam. Sikap tak menepis yang lenyaplah. Melangkah yang tidak pasti si ibu tiri karena tidak memihakmu. Palsu semua bagai hati itu yang menyikapmu sendiri. Ego itu membimbangi tangis yang sudah henti dirumah kamu. Simpan saja nuansa sudahlah....


By : fm85mungil.blogspot.com




Aku temui seseorang yang melegamkan hatiku karena dia rupa cemani, ya cemani. Biasanya sebutan itu untuk binatang terutama ayam. Namun kenapa semua hal itu menimpa dan kusebut sebagai cemani. Aku sendiripun tak tahu mengapa. Sisi negatif biasa terlekat pada ayam cemani karena hal-hal mitis atau berbau seseorang peramal yang mampu menyisipi harumnya hati. Tapi heran, hidup juga si ayam cemani. Dengan sikap yang menyikapi gagak-gagak dengan tuangan neraka ikut ada.
Siapa si dia si ayam cemani ???
Lihat saja ini, semua tahu siapa dia.


Foto ayam cemani yang telah dipegang itu siap untuk diantarkan keperaduan yang terakhir. Dan kenapa ? Lihat usai yang pernah diusaikan.

By : fm85muncil.blogspot.com
SAHABAT ADALAH TEMENKU SAUDARAKU
Buat saudaraku....
Sahabatku adalah temenku dan saudaraku tapi bukan kekasihku, karna sebatang akar yang menjalarnya belum pasti tentunya mencabang satu arah untuk bertahan hidup. Kehidupannya adalah realita yang perlu ,dipertahankan dari pemanis bibir sang pencipta kata karna sang pencipta kata tak mungkin mencinta karna merupakan keirihatian, Kiirihatian bukti ketidakmampuan untuk mengapai sesuatu dan tidak sepadan dalam fisik lebih-lebih isi. Tangan berjabat kata semangat untuk sahabat adalah temanku dan saudaraku akhiratku. BElum pasti kenyataan sahabatdan saudara. Tersenyum lepas dari lipstik-lipstik yang ada dan untuk sahabatku. Cuek sajalah dengan tentang hal-hal yang belum tentu pasti.Realita hanya ditangan yang perlu dihargai.Kau tak perlu meneteskan air mata karna cukup sudah segala yang tertanggisi dari yang tiada sampai bibir tanpa guna. Saatnya cerita yang terdahulu, saatnya tersenyum dan semangat sayap itu mengembang untuk hari depan buah cinta yang terdahulu, saatnya tersenyum dan semangat dengan keceriaan yang kau punya dulu. Kau bukan yang sekarang , kau bukan penetes air mata. Jadilah kembali seperti duluyang kukenal pertama kalinya.
Tersenyumlah sahabat adalah temenku dan saudaraku.

by : fm85mungil.blogspot.com




Info Ujian

Soal Pridiksi Ujian Sekolah :
TIK XII
Soal Pridiksi Ujian Pratik
Jadwal Ujian Sekolah
Jadwal Ujian Praktik
Penguji Ujian Praktik
Materi Ujian Praktik


Data Peserta Ujian Nasional
Data Peserta Ujian Nasional Upgrade

Selasa, 17 Februari 2009

Valentine yg Terlewat








SURAT SEBUAH KOTA

dari lembar-lembar gambar
yang engkau sebut kabar
aku menemukanmu kurus
tak terurus

di tubuhmu telah berdatangan para kota
mereka mengisapmu bagai hantu
di dongeng-dongeng

padahal aku rindu perihal hujan rintik
dan kita berlari-lari mencari terik

maukah engkau berhenti mengirim dusta?
dikala senyum dan hangat sayangmu untukku
untuk kita padukan dengan mesra yang terhangatkan

aku paham sungguh-sungguh
bebau aspal dan beton-beton
tak akan menyerupai
aroma tubuhmu dulu
wangi tanah basah itu

laut tumpah ke jalan raya,
pekarangan dan benteng tua
kecuali rumah-rumah orang kaya
tak ada lagi ruang segubuk
dan kita saling berdekap-peluk
sembunyi dari dingin cuaca buruk

tak ada lagi tawa riuh
dan kita saling melilit utuh
menghangatkan berahi tubuh

masih engkau ingatkah bahwa pulang
menyembuhkan penantian yang menjulang?

semua sudah tahu, cinta kita:
losari, perahu nelayan dan matahari sore hari
kini tinggal lukisan palsu di hp
dikirim orang tak dikenal dari kejauhan

lalu orang-orang berangkat
mengangkat duka-luka di punggung
dan kenangan kita yang jadi dermaga renta
tak pernah mampu mencegahnya

lalu orang-orang berbicara
dengan musim sedih di mata
dan harapan kita beku jadi patung taman kota
tak pernah pula sanggup menghiburnya

dan darimana anak-anak belajar
mengekalkan suci kenangan cinta dan asmara
dengan menulisnya jadi nama jalan?

jika kabar ini tiba di alamatmu
buatlah waktu untuk datang sejenak
berziarah di segala makam di halaman

sayang....aku masih sayang
bilamana tubuh ini jauh
sayang tetap dekat
bukan dalam kenangan
tapi realita untuk sayangku
kau...ya kau....
siapa lagi yang menyebut sayang selain dikau sayangku ...
xxx...

cinta....
tak terlukis dalam angan apa pelangi yang belum datanga
ku tetap untukmu
yang bukan semu
diantara bebukitan yang terdaki sama-sama
kau....
ya...kau
bukan jemu aku menyebut memanggilmu
bukan ragu aku memanggilmu xxx...
kau...
yang mampu hadir disaat kesunyian ini terlekat
tak urung aku melihatmu
wajahmu dan wajahmu....

surat cinta untuk sebuah kota
ya...untuk sayangku



Senin, 16 Februari 2009

Foto-foto imut







































Kegiatan













Kegiatan ini tidak bisa ditampilkan dengan seksama karena ya.... gitu dechh. Ada saja orang pengen maju....







foto caem 16022009

Kumpulan foto-foto terindah bisa dilihat disini. (kayakeee)
Pengen liat foto-foto siswa-siswi SMA Negeri 1 Juwana dari kelas XII IPA1 yang cantix bgt anak-anak XII IPA2 yang gokil abiz, XII IPA3 yang smart, anak-anak yang caem-caem di kelas XII IPA3, so yang oke n gaul punya di kelas XII IPS1 yang baru nampang sama temen-temen deketnya, pa lagi ma wali kelasnya XII IPS2 foto bareng sama anak didiknya, mungil-mungil n imut yow di kelas XII IPS3 yang oke banget gitu loch.... so ikut nimbrung disini.
Ya boleh kamu download di sini. Pasti kalian tidak akan pernah rugi ngambil di sini dari update yang terbaru

Memory-yang perlu diabadikan dalam bentuk file-file gambar berekstensi jpeg, jeg, gif, mpeg dan yang lain dalam kegiatan intra sekolah maupun ekstra sekolah SMA Negeri 1 Juwana dapat dilihat diblog ini. Bilamana tertarik dengan foto-foto yang oke punya, keren, beken n gokil apalagi di dalamnya ada yang nimbrung di pengabadian ini bisa di download di sini.

Foto-foto ini juga berisi tentang kumpula-kumpulan dalam satu kelas tahun pelajaran 2008 / 2009 dari kelas XII IPA1
(ini sudah tidak bisa diambil) yang dipandu oleh wali kelas yang selalu smile dalam proses pengajaranya maupun dalam keseharian, ya... Bapak Drs. Ismail yang menjadi wali kelas XII IPA1.

Kelas ini mayoritas siswanya perempuan tetapi tak menyurutkan seluruh civitas kelas XII IPA2
(ini apa lagi) baik itu dalam kegiatan belajar mengajar maupun dalam aksi di depan camera, kelas yang dipandu oleh Bapak Drs. Suprianto menambah semangat tersendiri bagi siswa-siswinya.

Istri dari Bapak Muh. Majduddin, S. Pd. selalu tampak senyum dalam membimbing putra-putri kelas XII IPA3
, ceria dalam berturur kata tetapi tetap santun untuk adat ketimurannya, dan tetap gaul dimasa-masa ini. Wanita berkerudung ini memiliki nama Ibu Nining Sugiharti, S. Pd. yang mempunyai talenta khusus dalam sistem pengajaran siswa-siswinya sehingga anak didiknya pada kelas XII IPA3 pun tidak bisa diragukan dalam pola berfikir secara ilmiah.

Ilmu padi semakin berisi semakin merunduk inilah yang tepat diberikan kepada Ibu muda ini, Ibu Jumiati, S. Pd. yang dalam kesehariannya dalam penyampaian kegiatan KBM maupun yang lain santun bertutur kata. Beliau mengampu bidang studi Bahasa Indonesia sekaligus membimbing kegiatan Karya Ilmiah Remaja dan Majalah Dinding. Foto-fotonya dapat dilihat disini XII IPA4.


Wali kelas XII IPS1 ini yang terlihat bijak bisa dilihat disini. Dengan semangat dan tampil beda kelas XII IPS1 terlihat di dalam foto-foto ini, dengan kesederhanaan yang diasuh oleh Dra. Rinti Astuti melekat pada diri siswa-siswinya.

Kamu juga ga mau ketinggalan kan mau lihat wajah-wajah anak-anak yang so ok banget di kelas XII IPS2,
Dengan asuhan Bapak Muh. Majduddin, S. Pd. ini siswa-siswi terlihat semangat karena walinya juga gaul gitu loooh...

Sabtu, 14 Februari 2009

Software

Software yang bisa didownload dapat diklik disini